Senin, 03 Januari 2011

Memaknai Lika-Liku Jagat Sepakbola

Carlo Ancelotti tertunduk lesu. Sang Entrenador tim sekelas Chelsea ini seolah tak percaya dengan apa yang terjadi. Di Kandangnya Sendiri, Stamford Bridge, Pemuncak klasemen sementara Liga Inggris itu harus dipermalukan, di depan pendukungnya sendiri, oleh Sunderland dengan skor telak 0 -3. Mimpi apa mereka semalam? Rasanya tidak ada. Semua kembali pada falsafah bahwa bola itu bundar. Namun, dibalik itu semua, plus rentetan kejadian lain yang serupa, ada falsafah kehidupan yang bisa dipetik atas apa yang terjadi.
Medio Oktober dan November 2010 ini, kita disuguhkan berbagai momen yang menyiratkan makna kehidupan, khususnya dari jagat sepakbola. Untuk memberikan warna lain teropong olahraga plus memaknai hari kebangkitan dan hari pahlawan, penulis akan mencoba mengait-ngaitkan antara peristiwa dan isi yang terkandung di dalamnya. Ikuti ulasan selengkapnya.
• Jangan Jumawa
Tottenham Hostpurs (klub dari Inggris) tampil percaya diri manakala menghadapai juara bertahan – Inter Milan – pada penyisihan grup liga Champions. Hasilnya terbukti tokcer, Eto’o cs harus takluk atas Spurs via sihir Gareth Bale dengan skor meyakinkan 3 -1. Dua/tiga hari berselang, over-confidence tim asuhan Harry Redknapp jadi bumerang manakala takluk 4 -2 dari tim medioker sekelas Bolton bahkan sosok Bale seperti kehilangan daya magisnya.
Jumawa atau sombong bisa jadi baik jika bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri alias Pe-De. Namun, sikap jumawa yang berlebihan cenderung membuat diri over-confidence yang ujung-ujungnya merugikan.
• 1 Oktober pada diri Serigala Merah
Indonesia menjadikan tanggal 1 Oktober sebagai momentum kesaktian pancasila yang mampu melibas komunis dengan flamboyan. Spirit untuk bangkit adalah tenaga super luar biasa. JIka kita mampu bangkit dari keterpurukan maka kemenangan bisa jadi milik kita. Tengoklah AS Roma. Klub berjuluk Serigala merah itu kini sedang terpuruk di Liga Italia 2010. Ketika musti bersua dengan saudara sekota AS Lazio yang juga pemuncak klasemen, Totti cs nyatanya dapat membuyarkan prediksi pengamat. Lazio harus menyerah dengan skor 0 – 2.
• Impossible is Nothing
Allah dengan Kun Fayakun-Nya adalah tolok ukur utama bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin terjadi. Sesuatu yang di atas kertas dapat diprediksi belum tentu sahih dan terbukti. Al hasil, heroisme ala Bung Tomo pada momen 10 November bisa jadi pemicu klub gurem jadi serem. Berikut data dan faktanya:
 Chelsea keok di tangan Sunderland dengan skor 0 – 3 (14/11).
 Liverpool dipermalukan Stoke City dengan skor 0 – 2 (13/11).
 Spanyol (juara dunia 2010, juara piala Eropa 2008) dipecundangi Portugal dengan skor telak 0 – 4 (18/11).
 Bayern Muenchen (raksasa Jerman) ditahan imbang 3 – 3 oleh tim juru kunci Borussia Moenchengladbach (7/11).
 Inter Milan (peraih treble winner tahun lalu) ditahan imbang tim medioker Brescia 1 – 1 (7/11) dan Lecce (14/11) dengan skor yang sama.
• Berani Mengambil Keputusan
Tidak dapat dipungkiri bahwa sosok Boaz T. Salossa adalah striker paling top milik Indonesia saat ini. Striker klub Persipura tersebut gagal masuk timnas yang dipersiapkan untuk piala AFF 2010. Alferd Riedl dikabarkan mengambil keputusan krusial dengan mencoret nama Boaz dari jajaran pemain yang diikutsertakan pada kompetisi sepakbola se-Asia tenggara tersebut karena alasan indisipliner.
Dalam hidup, cerdas saja tidak cukup. Keuletan dan ketekunan juga wajib jadi modal utama jika ingin dapatkan prestasi maksimal. Riedl telah menunjukkan keberaniannya mengambil keputusan. Semoga itu berdampak positif bagi prestasi timnas. Amin.
• Sabar Menanti
Tujuh tahun lebih melang-lang buana di blantika sepakbola nasional. Nama Christian Gonzales sudah akrab di telinga pecandu sepakbola tanah air. Istrinya juga orang Indonesia asli. Dengan kesabarannya, keinginan El Loco – sapaan akrab Christian Gonzales – untuk membela bendera merah putih tersampaikan juga. Sejak 1 November 2010, striker Persib Bandung itu resmi jadi WNI dan masuk timnas Indonesia guna ikut di ajang AFF Suzuki Cup 2010. Selamat, Gonzales! Buktikan kesungguhanmu dalam bentuk prestasi terbaik.
• Jangan Pernah Menyerah
Judul lagu d’Masiv itu tampaknya mengilhami penampilan Persibo Bojonegoro di ajang ISL 2010. Sebagai debutan – setelah sebelumnya ada di kasta divisi utama – penampilan tim asal Jawa Timur itu tampak keder sehingga gagal meraih kemenangan dalam tujuh laga awal Liga Indonesia. Setelah tak pernah menang, pihak manejemen melakukan evaluasi dan berusaha mencari laga taktis guna peningkatan mutu tampilan. Hasilnya tokcer abis, tim kebanggaan Boromania itu meraih kemenangan perdana setelah menjungkalkan Persisam Putra Samarinda dengan skor 2 -1 (14/11). Bravo! Semangat perjuangan hari pahlawan – empat hari sebelumnya bisa jadi spirit tersendiri guna meraih hasil maksimal.
Mimpi adalah awal dari ketercapaian prestasi asal didukung oleg spirit dan keberanian menentukan pilihan. Jika semua sudah teraih, jangan terlena. Kecenderungan terlena dan menyepelekan itu bisa membawa bencana. Untuk kalian yang hobi berkompetisi, hadapi dengan optimis dan jangan menyerah jika gagal. Ingat! Sewaktu-waktu goliath bisa mengalahkan david.
Aluk (20/11)

Kamis, 02 Desember 2010

persiapan UAS


RANGKUMAN MATERI BAHASA INDONESIA
KELAS XI SEMESTER 1

Teknik Menyampaikan Simpulan

            Suatu informasi yang berisi gagasan perlu diambil intisari/kesimpulan. Teknik menyimpulkan bisa dilihat pada letak kalimat utama sebuah paragraf. Untuk itu dikenal istilah kesimpulan deduktif (terletak di awal paragraf), kesimpulan induktif (terletak di akhir paragraf), dan kesimpulan campuran (terletak di awal dan akhir paragraf). Berikut ini kiat membuat simpulan yang baik:
  1. Menjiwai isi bacaan/paragraf secara keseluruhan
  2. Mengambil poin-poin penting dari isi bacaan
  3. Menggunakan bahasa yang lugas, sederhana, dan efektif.
  4. Menghindari penggunaan kata yang bermakna rangkap/ganda
  5. Menggunakan bentuk rincian jika dipandang perlu
Ø  Pola Deduktif (Umum – Khusus)
Paragraf yang diawali kalimat utama (umum) lalu disertai kalimat-kalimat sebagai penjelas (khusus) contoh: Ali tidak naik kelas. Itu karena ia sering membolos dan suka berbuat onar di kelasnya. Selain itu, Ali juga pernah tertangkap basah mencuri peralatan di bengkel sekolah.
Pola umum – khusus dapat berupa:
1.      Sebab – Akibat – Akibat yakni kalimat utama berupa sebab lalu penjelasan berupa akibat (lebih dari satu akibat) contoh: Acong mencuri ayam tetangganya. Ia pun digiring ke balai desa setempat. Acong harus menerima kenyataan dihakimi massa sampai babak belur. Selain itu, ia juga dibawa ke polsek setempat untuk diadili.
2.      Akibat – Sebab – Sebab yakni kalimat utama berupa akibat yang bersumber dari berbagai sebab. Contoh: Kemacetan terjadi di jalur Cerme – Bunder. Kondisi jalan yang sempit menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu, Truk besar yang melintas tidak sesuai dengan kondisi dan lebar jalan Yang lebih parah lagi, perbaikan jalan yang dilakukan pada siang hari jadi faktor penunjangnya.
3.      Analogi (perbandingan 2 hal yang berbeda tetapi dikait-kaitkan/dicari kesamaannya secara tidak langsung)
4.      Silogisme (penarikan kesimpulan dari pernyataan umum dan khusus)
Rumus silogisme:        PU (premis umum)      :  A = B          /            A = B
                                    PK (premis khusus)     :  C = A           /           C ≠ A
                                    K   (kesimpulan)          :  C = B           /           C ≠ B
PU: setiap manusia  pasti mati                        PU: Setiap orang Cina terkena wajib militer
                  A           =       B                                              A             =               B
PK: Maman  termasuk manusia                      PK: Aiman bukan orang Cina
            C     =         A                                                  C        ≠             A
K  : Maman  pasti mati                                    K  : Aiman tidak terkena wajib militer
            C     =      B                                                     C        ≠                       B
5.      Entimen (bentuk singkat dari silogisme dengan tanpa menyertakan Premis Umum). Rumus untuk Entimen:  PK dan K yakni C – A – B / C – B – A
Contoh: dari contoh silogisme (poin nomor 4) dapat dibuat sebuah entimen sebagai berikut:
a.  Maman termasuk manusia maka pasti mati
b.  Aiman tidak terkena wajib militer karena ia bukan orang Cina

Ø  Pola Induktif (Khusus – Umum)
Paragraf yang diawali kalimat-kalimat penjelas lalu disimpulkan (di bagian akhir) dalam kalimat utama. Contoh: Kompetisi sepakbola Indonesia mengalami fluktuatif. Keberadaan PSSI juga mulai diragukan pemerintah dan masyrakat. Proses pembinaan yang tak berjalan lancar juga jadi pemicunya. Untuk itu, sepakbola ini perlu perhatian serius dari berbagai pihak dalam segala aspek.
Pola khusus – umum dapat berupa:
1.      Sebab – Sebab – Akibat (diawali hal-hal yang menyebabkan lalu disimpulkan dalam satu akibat)
2.      Akibat – Akibat – Sebab (diawali hal-hal yang diakibatkan lalu disimpulkan oleh satu penyebab)
3.      Sebab – Akibat (berantai)
4.      Generalisasi (pengurutan data searah lalu disimpulkan)
Contoh: Manusia membutuhkan air untuk hidup. Hewan juga membutuhkan air untuk bertahan hidup. Selain itu, tumbuhan juga butuh air untuk kelangsungan kembang biaknya. Jadi, semua makhluk hidup membutuhkan air untuk hidup.
Ø  Pola Campuran (Umum – Khusus – Umum)
Yakni paragraf yang berpola diawali kalimat utama lalu disertai kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri (sebagai penguat) kalimat utama berikutnya.
Pelajari selengkapnya di LKS halaman 4 dan 5.

Memahami Perintah Lisan

            Perintah ialah satuan kata/kalimat yang berarti harus dikerjakan sesuai dengan isi/maksud dari perintah tersebut. Dalam dunia kerja, perintah ada yang disampaikan secara jelas (langsung/tersurat/tampak dan tidak membutuhkan penafsiran terhadap maksud/isi perintah) dan ada perintah yang secara samar diungkapkan (tersirat/tidak langsung).
            Contoh perintah tersurat:
  • Kerjakan Uji kompetensi di LKS hal 14 – 17!
  • Buanglah sampah pada tempatnya!
  • Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
Contoh perintah tersirat:
  • Karya itu pasti tampak bagus jika diketik!
  • Bukankah tulisan di papan tulis ini seharusnya dihapus?
  • Maksimal 10 km/jam!
Selain bentuk tersurat dan tersirat, perintah juga terbagi atas beberapa jenis:
  1. Perintah Sederhana
Yakni perintah yang mudah dipahami dan tidak perlu dipersiapkan konsep/rancangan. Perintah jenis ini memang tidak membuat yang diberi perintah menelaah karena simpel dan jelas.
Contoh: Hapuslah tulisan di papan tulis tersebut!
  1. Perintah Kompleks
Yakni perintah yang masih perlu ditafsirkan/ditelaah dan bila perlu disederhanakan baik dalam bentuk rancangan maupun rumusan perintah.
Ingat, perintah lisan adalh perintah yang langsung lenyap ketika si pemberi perintah berhenti bicara. Simaklah dengan baik dan saksama dengan memperhatikan intonasi, tekanan, perkataan dan hal-hal teknis lainnya.
Contoh: Buatlah rencana kerja pembuatan instalasi listrik!
3.      Biasa, contoh: masukkan barang-barang ini ke dalam bagasi mobil!
4.      Ajakan, contoh: Ayo bersenam pagi agar badan kita menjadi sehat!
5.      Larangan, contoh: jangan dekati tempat itu!
6.      Permintaan/permohonan, contoh: Mohon kerjakan tugas itu dengan baik!
7.      Pembiaran, contoh: biarkan dia pergi sendiri!
8.      Sindiran, contoh: maju kalau kamu berani!
9.      Proses, contoh: urutlah dari nomor kecil hingga nomor yang besar!
10.  Berita/seperti bukan kalimat perintah, contoh: terima kasih anda tidak merokok di ruangan ini!
Pelajari selengkapnya di LKS halaman 10 dan 11


Menulis Petunjuk Kerja

            Ketika melakukan suatu kegiatan yang bersifat sistematis (berurutan) dan berproses kita memerlukan petunjuk kerja agar kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan keinginan dan tidak jarang setiap poin dari petunjuk merupakan elemen yang berkaitan dan tidak bisa dihilangkan.
            Petunjuk kerja ialah prosedur/cara teknis melakukan sesuatu dari awal sampai akhir dalam bentuk poin demi poin. Petunjuk kerja termasuk jenis karangan eksposisi (penjelasan) dengan bentuk pengembangan proses. Yang perlu diperhatikan pada petunjuk kerja ialah urutan logis, penggunaan kata perintah diawal, efektivitas, tidak bermakna ganda/rancu, dan kesesuaian dengan prosedur yang benar.
            Contoh: Cara Membuat Ramuan Buah Mahkota Dewa
  1. Siapkan pisau bersih dan tajam dari bahan stainless agar tidak berkarat
  2. Pilih buah yang tua (berwarna merah tua), tetapi jangan yang busuk.
  3. Iris tipis agar saat direbus hasilnya maksimal
  4. Hati-hati saat mengiris, jangan terkena bijinya karena beracun.
  5. Irisan buah dapat langsung direbus atau dikeringkan lebih dahulu
  6. Air rebusan siap diminum

Perubahan Makna Kata

            Kata pada bahasa Indonesia bersifat dinamis. Kedinamisan kata tersebut dari sisi makna, kaidah, bentuk bakunya, maupun nilai rasa dan penggunaannya. Kita tentu tahu kata “bung”. Dahulu kata “bung” akrab dengan sosok yang berpengaruh dan sebagai panggilan akrab. Kini, kata “bung” cenderung akrab bagi mereka yang ada di jalanan atau kurang berpendidikan. Berikut beberapa pergesaran makna kata pada bahasa Indonesia
  1. Meluas (Generalisasi) makna sekarang lebih luas dari makna dahulu
  2. Menyempit (Spesialisasi) makna sekarang lebih sempit dati makna dahulu
  3. Ameliorasi (peninggian makna/kata yang nilai rasanya positif) contoh: hamil
  4. Peyoratif (penurunan makna/kata yang nilai rasanya negatif) contoh: bunting
  5. Sinestesia (pertukaran nilai rasa pada panca indera) contoh: wajahnya manis. Kata “manis” (indera perasa) digunakan untuk menyebut indera penglihatan.
  6. Asosiasi (kata – bukan frase – yang digunakan untuk menyebut/menyatakan sesuatu) contoh: Pejabat itu dirumahkan karena menjadi tersangka korupsi. Kata dirumahkan dimaknai dipecat dengan makna asal dipulangkan ke rumah.
Pelajari materi ini selengkapnya di LKS halaman 31 dan 32


Kalimat yang tanya

            Ialah kalimat yang yang ditujukan agar memperoleh respon/jawaban, baik berupa kata-kata maupun tidak,  dari orang yang diberi pertanyaan.
            Kalimat Tanya bercirikan:
  • penggunaan kata Tanya: apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana (5W+1H), berapa, bilamana, dari mana, dsb
  • Penggunaan kata bukan/tidak disertai partikel -kah
  • Penggunaan intonasi naik pada suku kata akhir
Ø  Kalimat Tanya untuk menggali informasi
Tujuan orang bertanya bermacam-macam, salah satunya untuk menggali informasi lebih dalam dari narasumber/yang diberi pertanyaan. Kiat untuk membuat pertanyaan yang bertujuan menggali informasi:
1.      Disertai kata Tanya yang bersifat proses/membutuhkan jawaban cukup detail seperti mengapa dan bagaimana.
2.      Kata Tanya sederhana disertai kata yang meminta jawaban berlebih seperti apa solusinya, siapa-siapa sajakah, dimana saja, berapa pastinya, dari mana semuanya itu, dsb.
3.      Kalimat Tanya tersebut tidak sekadar mengharap jawaban ya/tidak tetapi disertai alasan/penjelas.
4.      Mengaitkan dengan pertanyaan-pertanyaan sebelumnya
Lebih lanjut baca materi tersebut di LKS halaman……………

Parafrasa

Ialah proses tindak lanjut baik berupa menambah, meringkas, mengganti, maupun mengurangi sumber asal (teks lisan/tulis) sesuai dengan bahasa sendiri maupun tujuan dibuatnya parafrasa tersebut. Bentuknya bermacam-macam, seperti:
1.      Menyimpulkan teks asli ke dalam poin-poin utama
2.      Menyalin informasi asli dengan bahasa sendiri
3.      Mengubah bentuk drama menjadi prosa/sebaliknya
4.      Mengubah bentuk puisi menjadi prosa
5.      Mengganti kata dengan frase/ungkapan sepadan/sebaliknya pada paragraf
6.      Meringkas bacaan
Ø  Memparafrasekan puisi menjadi prosa
Proses ini dapat dimulai dengan:
1.      Memahami isi puisi
2.      Menambahkan kata/imbuhan yang bisa jadi sedikit memperjelas makna juga memudahkan pembacaan sebagai prosa dan paragraf.
3.      Memperjelas kata yang maknanya samar dengan menambahkan kata yang bersinonim
4.      Mengubah larik demi lari menjadi satu/beberapa kalimat sesuai nilai kelogisan.
Teori dan contoh lebih lanjut bisa dipelajari di LKS hal 49, 50, dan 51

Kisi-kisi soal UAS bahasa Indonesia semester 1 kelas XI
Kutipan wawancara
1.      Menyimpulkan isi wawancara
2.      Membuat pertanyaan lanjutan kutipan wawancara
3.      Membuat paragraf dengan pola tertentu
4.      Menyimpulkan sebuah paragraf/melengkapi bagian yang rumpang pada paragraf
5.      Memparafrasekan puisi
6.      Menjelaskan dan menentukan jenis kalimat perintah serta teorinya
7.      Membuat petunjuk teknis alat/produk yang ditentukan
8.      Menentukan jenis pergeseran makna

Jalan-jalan ke bukit sawo jajar
Aduh mesranya dengan sang pacar
Tetap semangat dan rajin belajar
Semoga UAS-nya berjalan lancar








Selasa, 21 September 2010

Heroiknya Kemenangan Greszer FC

Vini, vidi, vici. Itulah kesan yang tercermin dari fenomena tim Futsal SMKN 1 Cerme dari kalangan guru. Datang sebagai tim yang tak diunggulkan alias underdog. Tampil dengan tim yang baru terbentuk 1 bulan, namun prestasi ada di genggaman. Mau tau cerita selanjutnya? Yuk, ikuti jejak emas yang ditorehkan Pak Edy, dkk. Diajang PKPRI Gresik Cup (kejuaraan antar koperasi pegawai negeri di lingkup Gresik).
Semua berawal dari informasi pihak koperasi sekolah atau yang ngetren dengan istilah koperasi Bina Mandiri SMK bahwa akan ada turnamen futsal di KPRI cabang Gresik. Dengan motor guru olahraga sekaliber Pak Rejo dan Pak Rofiq, kami (tim futsal) menyanggupi dan yakin jadi jawara (wuih, sombong bangetz…). Secara resmi kami pun mendaftarkan diri.
Dua hari jelang “Piala Dunia” bapak-bapak ini digelar. Tim kami ikut technical meeting dengan berita lumayan heboh (seheboh kasus selebriti). Yang boleh ikut adalah anggota koperasi yang berumur minimal 40 tahun. Jadilah kami kelimpungan. Bagaimana tidak, mayoritas tim futsal SMKN1Ce (Greszer FC) adalah bibit muda. Namun apapun itu, kami pun vini (tetap datang) dan turut ambil bagian pada even yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke-50 ini.
Tibalah hari yang dinanti. Tim futsal Bina Mandiri datang dengan bekal skuad multigeografi: Pak Edy Sartono (sby), Pak Syamsul (kec. Gresik), Pak Fuad (krian), Pak Rejo (BP), Pak Rofiq (Cerme), Pak Kholiq (Lamongan), Pak Amat (kebomas), dan lainnya. Tepat pukul 13.30 tanggal 3 Juni 2010, babak penyisihan pun digelar. Dengan Mr.Edy Sartono sebagai kapten, bertempat di lapangan 2 Ramayana futsal, Greszer FC (nama tim futsal SMK kita) sukses menghajar Dwi Jaya FC (koperasi asal Sidayu) dengan skor telak 14 – 2. Luar biasa! Lelah dan sumringah bercampur jadi satu.
Hari kedua, dengan semangat 45 segenap kru Greszer FC bersiap diri. Kali ini fase 4 besar grup A siap digelar. Bertanding di jam pertama tak lantas membuat ciut nyali kami. Apalagi, lawan yang dihadapi berpenampilan supergempal yakni Giri Samudra (koperasi Perkapalan). Untuk babak ini, cukup sulit dilalui bahkan sang kapten, pak Edy, mengalami cedera ringan hingga musti diganti. Namun, dengan permainan tika-tiki ala Spanyol plus ketangguhan palang pintu milik Pak Rejo, Greszer FC menang dengan skor 4 – 1. Bravo! Partai final Grup A pun dijejaki. Untuk fase ini lumayan mudah karena KPRI kota Gresik dihempaskan dengan skor 7 -3. Final grup pun sudah kami tapaki. Hari yang melelahkan namun penuh dengan momen indah.
Hari ketiga, time to real battle. Inilah perang sesungguhnya. Tiga tim dinyatakan lolos ke babak final. Dengan sistem setengah kompetisi, setiap tim saling berhadapan. Final 1, Greszer FC menghadapi Koperasi DEPAG. Bermaterikan tim yang sudah kompak luar dalam, lewat kreator serangan sekelas Pak Fuad dan Pak Rofiq kami pun dengan sangat meyakinkan melumat habis tim tersebut dengan skor 8 – 1. Rasa cemas bergelayut karena Final 2, tim koperasi DEPAG dihajar finalis lainnya 9 – 1. Artinya, kami kalah selisih gol dan wajib menang di final ketiga. Lawan kali ini bukan tim sembarangan. Mereka adalah Ayah atau saudara tua SMK yakni UPTD Cerme. Meski kedua tim sudah saling kenal, bahkan ada pula yang bertalian guru – murid semasa dulu, tapi permainan begitu keras dan cenderung kasar. Tekling-tekling maut, trik-trik ala Spanyol vs Belanda tercipta bahkan satu pemain UPTD Cerme dikartu merah. Babak pertama skor sama kuat 1 – 1. Detik demi detik kian menegangkan manakala Greszer FC yang unggul 4 – 3 terus ditekan. Beruntung, Pak Amat sebagai kiper utama mampu menghalau setiap peluang lawan. Skor pun tak berubah dan Greszer FC SMKN 1 Cerme berpesta.
Kami datang (vini) dengan keyakinan dan semangat, Kami bertanding (vidi) dengan kekompakan dan kolektivitas plus keberuntungan, kami menang (vici) dengan segala kerendahan dan tetap hormati pihak lawan. Semoga ini bisa menjadi inspirasi AJ Lovers agar mampu meraih cita dan asa dengan segenap ikhtiar dan tawakkal. Bye….(aluk/2010)

Mungkinkah Naturalisasi Adalah Solusi?

Ketika melihat Jerman maupun Portugal bertanding di Ajang World Cup 2010, anda yang paham betul dengan sepakbola pasti tertegun manakala ada Liedson Da Silva (Brasil) di timnas Portugal dan Cacau (Brasil) di timnas Jerman. Melongok jauh dua tahun silam, Spanyol ketika jadi jawara Euro 2008 juga atas jasa Marcos Senna. Gelandang elegan asal Brasil. Masih bingung? Coba tengok timnas Singapura saat ini. Negara alit nan elit ini menggunakan jasa Daniel Bennet (ENG), Precious (NIG), Li Qiu (CHN), dan yang lain untuk dipatenkan berkewarganegaraan Singapura.
Berkaitan dengan hal tersebut. PSSI sebagai otoritas tertinggi sepakbola tanah air meluncurkan ide “gila” dengan mengkaji penggunaan pemain naturalisasi (beralih kewarganegaraan menjadi WNI) untuk mendongkrak prestasi timnas. Sederet pemain blasteran sudah diuji coba pada even persahabatan kala Tim Garuda Putih vs Garuda Merah bertanding (4/8) dan (7/8). Beberapa memang menjanjikan tetapi tak sedikit yang kualitasnya tak lebih dari pemain pribumi.
Proses Naturalisasi di Indonesia memang tidak semudah negara lain. Negara kita tak mengenal istilah dwi kewarganegaraan. Cobalah tengok bagaimana susahnya seorang Cristian Gonzales (PERSIB) untuk mendapatkan status WNI meski sudah bertahun-tahun tinggal di Nusantara plus beristri orang asli Indonesia. Sementara itu, rencana pemain yang dinaturalisasi adalah mereka yang memilih pertalian darah (dari ayah/ibu) dengan Indonesia. Respon pro dan kontra atas rencana PSSI tersebut mengemuka. Sebagian besar tak mendukung inisiatif tersebut. Bagi saya, ini adalah opsi buntu dari bingungnya PSSI tentang bagaimana cara meramu dan mengolah tim sepakbola yang dapat berbicara di kancah regional dan dunia yang stagnan bahkan meluncur deras ke belakang.
Hal tersebut sah-sah saja jika Pemain yang dibidik untuk menjadi pemain naturalisasi adalah pemain berkategori U-19 dan U-21 (untuk masuk tim U-23). Artinya, ada sisi positif dari rencana tersebut yakni memberikan persaingan sehat kepada pemain muda asal Pemain naturalisasi tersebut diuji kelayakannya terlebih dahulu. Kecuali yang dinaturalisasi pemain sekelas Giovanni van Brochkorst (Belanda keturunan Ambon), itu lain soal.
Tak perlu rasanya banyak bicara. Toh, PSSI dengan rezim Nurdin Halidnya sudah hampir pasti menggunakan jasa pemain naturalisasi. So, berikut ini beberapa nama yang masuk “saku pertimbangan” untuk diperalih kewarganegaraannya.
• Irfan Bachdim. lahir di Amsterdam, 11 Agustus 1988. Pemain berdarah campuran Belanda – Indonesia ini baru saja resmi meneken kontrak 1 tahun dengan PERSEMA. Putra Noval Bachdim ini tampil ciamik kala bermain di laga amal Garuda Merah melawan Garuda Putih di Stadion Gajayana Malang. Irfan berhasil mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini pernah mengenyam binaan Ajax Amsterdam. Kariernya antara lain: Ajax Junior (1999 – 2001), SV Aragon (2002), FC Uthrecht Jr (2003 – 2007), FC Uthrecht (2007 – 2008), HFC Harleem (2009).
• Kim Jeffrey Kurniawan. Pemain berusia 20 tahun itu kini bergabung dengan FC Heidelshelmi --sebuah klub sepakbola divisi IV di Jerman. Tempat Lahir: Mühlacker (sebuah kota kecil dekat Stuttgart), 23 Maret 1990. Lulusan Karlsruhe SC ini sudah menyatakan kesanggupannya menjadi WNI. Gelandang bertinggi Badan 167 cm/60 kg punya darah asli Indonesia dari ayahnya Petrus Kurniawan dan Ibu Kandungnya Uschi Kurniawan. kakeknya bernama Kwee Hong Sing pernah membela Persija Jakarta dan juga tim nasional Indonesia di era 1950-an.
• Donovan Partosoebroto adalah kiper handal di Ajax Junior. Pemain berusia 18 tahun ini putra dari Priyo Partosoebroto.
• Sergio Van Dijk. Pemain kelahiran Assen (Belanda), 06 Agustus 1982 ini memperkuat Adelaide Utd. Striker yang digadang-gadang jadi andalan timnas Indonesia ini belum mendapatkan paspor Indonesia dan masih berstatus warga negara Belanda. Kemampuan pemain bertubuh gempal cukup layak diperhitungkan bahkan Alfred Riedl (pelatih timnas Indonesia) juga mengakuinya.
Selain nama-nama di atas, sebenarnya masih ada sederet garuda cilik yang sedang mengais mimpi dan talenta di negeri seberang, Melalui sumber di situs PSSI, ternyata terdapat pemain-pemain muda potensial keturunan Indonesia yang aktif bermain di kompetisi sepakbola Belanda (strata junior) diantaranya: Raphael Tuankotta (21, Volendam junior), Justin Tahaparry (21, FC Eindhoven), Estefan Pattinasarani (17 tahun, AZ Alkmaar), Marvin Wagimin (17 tahun, VVV Venlo), Tobias Waisapy (18, Feyenoord yunior), serta Raymon Sosroredjo (17, Vitesse yunior). Semoga ada jalan lain menuju Roma via Naturalisasi agar Indonesia dapat lebih tersenyum dalam prestasi. (Aluk/13/8/10)

BRAK di Grisse Tempo Doeloe

Brak itu dari kata Barak, yang artinya bangsal atau ruangan kosong. Bangunan ini sama sekali tidak mirip joglo, karena atapnya brak mengerucut, bersegi enam. Bangunan ini ditompang oleh 10 pilar besar, seluruh kerangka atap dan kuda-kudanya terbuat dari kayu jati pilihan. Atasnya sendiri terbuat dari sirap, tapi ada juga yang terbuat dari genteng biasa.
Setiap brak dibangun tepat di tengah-tengah jalan. Satu diantara brak-brak itu adalah yang terdapat di desa Sembayat. Tepatnya di sebelah barat jembatan baru saat ini (÷10 tahun yang lalu). Brak di Sembayat itu masih ditemukan dan digunakan oleh para penjual makanan berteduh. Kikil dan es campurnya sangat nikmat di sana.
Pada umumnya brak digunakan sebagai gardu atau pos istirahat bagi para pekerja rodi yang dikerahkan oleh Daendels dari berbagai daerah untuk membangun jalan legendaries dari Anyer (Banten) sampai Panarukan (Banyuwangi, Jawa Timur)

Menanamkan Jiwa Kebutuhan pada Belajar

By Bu Iva
Sekolah merupakan wahana yang sangat menyenangkan bagi anak pada usia didik. Bagaimana tidak, di sekolahlah semua anak dapat mengeksploitasi keterampilan, bakat, minat, dan potensi yang dimiliki. Sampai-sampai muncul lirik lagu “masa yang paling indah, masa-masa di sekolah” untuk menunjukkan bahwa momen ketika diajar/dididik, saat menimba ilmu pengetahuan ini, adalah hal spesial yang pasti kita kenang nanti. Tahukah kalian, ketika sudah beranjak dewasa, bekerja, atau bahkan berkeluarga, momen belajar di sekolah takkan terlupakan.
Mereka yang berjiwa sosial akan dengan mudahnya berkomunitas sendiri dan melebarkan jaringannya. Mencari banyak relasi/kawan, membentuk komunitas inilah-itulah, adalah contoh kecil yang dilakukan. Mereka yang bertipe serius akan terus mengasah kecerdasannya dengan belajar, belajar, dan belajar. Dengan membaca, menghafal rumus, mencoba teori A, adalah pekerjaan sehari-hari mereka. Jenis yang ketiga adalah mereka yang berjiwa santai. Wes opo anane wae itulah ciri khas yang sering ditampilkan. Anggapan bahwa sekolah adalah fese hidup yang mau nggak mau musti dijalani menjadi jalan pikirannya. Anda termasuk yang mana?
Kegiatan belajar merupakan rutinitas yang terjadi di sekolah. Yang berjiwa sosial pun mau nggak mau tercebur dalam rutinitas tersebut. Yang santai apalagi, itu sudah menjadi keharusan. Namun terkadang, peserta didik mengartikan lain. Mereka menganggap bahwa belajar adalah kewajiban yang harus dilakukan, tidak bisa tidak. Padahal, jika mereka mau menempatkan belajar sebagai kebutuhan, tak ada lagi unsur tertekan, bête, apalagi merasa terbebani. Sama halnya dengan makan dan minum. Pernahkah kita mengeluh ketika tiba waktunya makan/minum? Pernahkah kita makan dan minum dengan terpaksa. Tentu tidak. Kita makan karena kita merasa butuh energi, kita minum karena kita merasa haus. Seandainya mereka belajar karena butuh ilmu dan itu sebuah keharusan. Pasti semua akan terasa indah. Namun yang terjadi, sistem SKS (sinau kebut semalaman) sering dilakukan. Ada unsur terpaksa karena adanya ujian atau ulangan. Itu sama dengan kita pakai helm karena takut ditilang, terpaksa. Hal itu jelas sangat melelahkan dan mem-bete-kan.
Kesadaran peserta didik akan belajar seharusnya mencontoh seorang dokter ketika member petunjuk meminum obat. Dokter hampir selalu member resep penggunaan obat 3 x 1 sehari/ 2 x 1 sehari/ 1 x 1. Tak pernah ada resep 1 x 3. Itu sama dengan belajar. Lebih enak mana meminum obat langsung 3 tablet atau 1 tablet secara teratur. Lebih enak mana belajar 15 menit setiap hari atau belajar 3 jam secara langsung. Buktikan sendiri!
Pada akhir tulisan ini, ada beberapa tips dari saya dalam mempermudah belajar. Ketika guru menjelaskan materi, gunakan:
1. I See : Perhatikan dengan detail penjelasan dari guru
2. I Hear : Dengarkan baik-baik apa yang beliau sampaikan
3. I Doing : Catat hal-hal penting yang disampaikan guru kita
4. I Don’t Think: Jangan pernah berpikir guru ini ginilah, guru itu gitulah. Hapus kesan negatif kepada pendidik coz itu kunci awal transfer ilmu berjalan lancar
5. I want: tanamkan keinginan pada diri bahwa aku pasti bisa.
Sekali lagi jadikan belajar sebagai kebutuhan agar semua yang kita lakukan tanpa beban dan paksaan. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Jurus Lampah Sang Pepunden (Desa Lampah)

Hey…hey AJ lovers , untuk edisi kali ini, this time for lampah untuk membagikan kisahnyadi grissee tempo doeloe. Eits… tapi tunggu dulu udah pada tahu nggak sich Lampah tu di mana? Mari kita berkenalan. Lampah terletak di sebuah kawasan kecil nan jauh dari kutub utara he…he…tepatnya di kecamatan Kedamean yang masuk wilayah kabupaten Gresik.
Gimana sich asal muasal desa lampah terbentuk ? Desanya udah ada Cuma namanya yang full story. Check this….
Once upon a time di zaman dahulu kala pada abad ke 20 sebelum masehi (he…he…kejauhan kali, maksudnya pada zaman penjajahan Belanda) Lampah merupakan sebuah tempat perbelanjaan (kayak mall, distro, mini market dsb ups maksudnya pasar) yang di kuasai oleh Belanda
Setiap panen penduduk dipaksa untuk menyerahkan sebagian besar hasil panennya kepada Belanda , jika ada salah seorang yang menolak maka sawah mereka akan di hancurkan (ih,…kejamnyaaaa!).
Lama kelamaan penduduk tidak tahan dengan ulah Belanda yang semena-mena, merekapun melakukan perlawanan dan Belanda mengeluarkan ultimatum serupa SUPERSEMAR (ih, lebay) kepada penduduk (he…he… keren bukan) dengan memBOM desa tersebut (duarrrrrrrr…) agar penduduk kembali tunduk. Akibat dari aksi tersebut, terbentuklah sebuah kubangan besar yang sekarang menjadi sebuah telaga desa Lampah akibat letusan BOM tersebut (kayak kota Hirosima n Nagasaki nich di Jepang yang di bom atom sekutu?!@!?)
Karena peristiwa ini salah seorang pepunden desa marah besar.dia bertapa 7 hari 7 malam untuk mendapatkan ilmu yang tepat dan sakti bin ampuh agar dapat melawan Belanda dan mengusirnya dari bumi pertiwi. Akhirnya sang pendekar mendapat jurus andalan “ LAMPAH LUMPUH” yang mampu melenyapkan dan melumpuhkan tentara Belanda dari desa tersebut. Sehingga Penjajah pergi dari wilayah Lampah.
Untuk merayakan kemenangan tersebut para penduduk membangun sebuah tugu pahlawan (yang nggak kalah hebat dengan yang ada di Surabaya) dan menamai desa ini dengan nama “LAMPAH”. Nama tersebut terkait dengan jurus andalan sang pepunden. Jangan lupa itu, bukan dari bahasa Jawa semisal MeLAMPAH (berjalan).
Ups … abis dech ceritanya … sekarang uda taukan asal muasal desa lampah terbentuk. Semoga bisa menjadi inspirasi bahwa nama sesuatu itu tidak asal ceplas-ceplos tapi pasti punya sejarah yang layak untuk dihargai dan dikenang. Jika ada salah – salah kata n ucap mohon di maapkan. Jumpa lagu pada Gresik Tempo Doeloe yang lebih aktual, tajam, dan terpercaya (seperti iklan acara berita TV aja). wassalamu’alaikum wr.wb.
By 3tik ki 1